Bidayatul Mujtahid, Analisa Fiqih Para Mujtahid 3 Jilid

Judul Buku : Bidayatul Mujtahid, Analisa Fiqih Para Mujtahid 3 Jilid

Penulis :   Ibnu Rusyd

Penerbit : Pustaka Amani

Harga : Rp 180.000,00

ORDER BY SMS : 08561 865 355

BIDAYATUL MUJTAHID

Analisa Fiqih Para Mujtahid

Diterjemahkan dari kitab: Bidayatul Mujtahid wa Nihayatul Muqtashid, Karya Al-Faqih Abul Wahid Muhammad bin Achmad bin Muhammad ibnu Rusyd.

Penerjemah: Drs. Imam Ghazali Said, MA. dan Drs. Achmad Zaidan


Al-faqih Abul Walid Muhammad bin Ahmad bin Muhammad Ibnu Rusyd yang kemudian lebih dikenal dengan Ibnu Rusyd (520-595 H/1126-1198 M) adalah filosof terkenal kelahiran Kordova. Penguasaanya yang baik di bidang fiqih, ilmu kalam dan sastra Arab yang kemudian menekuni matematika, fisika astronomi, kedokteran dan logika menjadikannya sebagai ulama atau filosof yang silit ditandingi.

Kehebatan Ibnu Rusyd terlihat pada karya tulisnya antara lain: Kulliyat fit Tiib (tentang ilmu kedokteran), Al-Ashghar, Al-Ausath dan Al-Akbar (ulasan atas karya Aristoteles), Tahafutut Tahafut (menangkis atas serangan Al-Ghazali atas filsafat) dan Bidayatul Mujtahid wa Nihayatul Muqtashid.

Karya Ibnu Rusyd yang tersebut terakhir ini, Bidayatul Mujtahid, adalah satu-satunya karya” Fiqih dan ushul fiqih” yang lebih menekankan pada aplikasi kaidah-kaidah Fiqhiyah dan Ushul Fiqih, yang lekat pada gaya rasional tanpa harus meninggalkan landasan tekstual (nash)

Meski ada beberapa karya yang menampilkan gaya Ibnu Rusyd, seperti Al-Fiqh ‘alal Madzahibil Arba’ah karya Abdurrahman Al-Jaziri, Al-Insyaf fi Bayani Ashabil Ikhtilaf karya waliyullah Al-Dahlawi, dan Al-Fiqhul Islami wa Adillatuhu karya Dr. Wahbah Al-Zuhaili, namun masih kalah unggul dalam hal “permainan logika” dibandingkan karya Ibnu Rusyd di atas. Bagaimana ia membandingkan dan menganalisis sikap para mujtahid berbagai mazhab dengan penyajiannya yang sederhana, singkat, padat, dan lengkap dengan landasan teksual yang diperlukan, menjadikan kitab ini walaupun ditulis delapan ratus tahun yang silam dari sisi logika standart akademiknya masih cukup dominan, jika dibandingkan karya-karya fiqih Modern.

About these ads

Ditandai:, ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.131 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: