Ide Perang Suci (Dalam Tradisi Islam dan Barat)

Ide Perang SuciJudul: Ide Perang Suci (Dalam Tradisi Islam dan Barat)

Penulis: James Turner Johnson

Penerjemah: Ali Nur Zaman

Penerbit: Qalam, 2002

Tebal: 308 hlm

Harga : Rp 45.000

ORDER BY SMS ke 08561 865 355

Beberapa peneliti berusaha menjelaskan ikatan-ikatan yang terjadi akhir-akhir ini antara agama dengan kekerasan sebagai sebuah penyimpangan, hasil dari ideologi politik, atau karakeristik dari suatu bentuk agama yang senantiasa berubah-ubah. Sebagian peneliti lainnya beranggapan bahwa kekerasan agama mendapat legitimasi dari doktrin agama itu sendiri atau merupakan perintah suci dari Tuhan.
James Turner Johnson menggambarkan secara gamblang, perang suci bagi penganut pelbagai agama sering dimaknai sebagai perang yang dilakukan atas perintah Tuhan. Bahkan, menurut dia, ada keyakinan yang membentuk kesadaran kognitif bahwa perang suci adalah perang yang dilakukan Tuhan sendiri. Dalam tradisi Kristiani dan Yahudi, perang suci adalah keterlibatan Tuhan dalam perang.
Pemahaman literal terhadap doktrin-doktrin keagamaan mendorong pada kekerasan dalam pelbagai bentuknya, baik secara struktural maupun kultural. Doktrin agama dan negara (al-din wa al-dawlah) misalnya, bagi sebagian kalangan senantiasa digunakan untuk merenggut kekuasaan dengan perantara kekerasan. Peralihan kekuasaan dalam tradisi Islam selalu menumbalkan kekerasan. Sejarah khilafah dalam tradisi Islam pasca-wafatnya Utsman bin Affan menjadi salah satu eksperimentasi historis betapa doktrin agama dan negara diterapkan dengan menggunakan cara-cara kekerasan. Pemikir muslim, seperti Abid al-Jabiry (1994), melihat peristiwa itu sebagai awal sakralisasi kekerasan guna mendapatkan otoritas politik. Kekerasan dan ambisi politik ibarat dua sisi mata uang logam yang tak bisa dipisahkan. Kekerasan yang diprakarsai Israel juga tak luput dari ambisi politik untuk menguasai wilayah Palestina.
Buku ini adalah sebuah kajian bandingan yang menggali akar permasalahan makna dilematis “perang agama” dalam perspektif tradisi Barat dan Islam. Dipaparkan juga perspektif komparatif antara perang agama dengan jenis perang lain, yang disebut Johnson “Just War”. Kerangka berpikir yang digunakan dalam buku ini dibangun dari beberapa pertanyaan dasar: Adakah pembenaran yang sah untuk perang agama? Otoritas seperti apa yang berhak melakukan pembenaran tersebut? Bagaimana rule of the game perang ini?
Secara metodologis, semua pertanyaan tersebut diupayakan pencarian jawabannya melalui pendekatan cross history untuk mendapatkan wawasan yang komprehensif dan mendalam. Dari akar dan perkembangan sejarah kedua tradisi kultur jelas merentang perbedaan dalam memaknai perang agama. Perbedaan itu mengindikasikan sebuah perbedaan yang lebih fundamental tentang bagaimana agama dipahami di dalam kaitannya dengan komunitas politik, norma-norma komunitas, dan perilakuknya. Karenanya, salah tujuan buku ini adalah menjembatani dialog yang konstruktif antara kedua kultur tentang sifat hakikat perang agama dan hubungan agama dengan tata negara.
About these ads

Ditandai:,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.133 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: