Arsip Tag: IHYA’ ULUMUDDIN Jilid 7 (Pintu Taubat)

IHYA’ ULUMUDDIN Jilid 7 (Pintu Taubat)

Ihya Ulumuddin 7 pintu taubatJudul Buku : IHYA’ ULUMUDDIN Jilid 7 (Pintu Taubat)

Penulis : Imam Al Ghazali

Penerbit : Republika

Harga : Rp 130.000,00

ORDER BY SMS : 08561 865 355

“Ihya ‘Ulumiddin adalah salah satu karya besar, yang diakui kebesaran pemikiran yang terkandung di dalamnya”
—-Buya Hamka, Ulama dan Penyusun tafsir Al-Azhar
Boleh jadi jalan yang kita lalui sekarang ini jauh dari tujuan. Ibarat panggang jauh dari api. Maksud hati merengkuh kebahagiaan, justru kepedihan dan kesusahan yang diraih. Hal ini sangat mungkin terjadi, bila usaha dan gerak langkah yang kita lakukan menyimpang dari ajaran Islam.
Ihya ‘Ulumiddin akan memandu Anda menemukan jalan yang benar sesuai dengan petunjuk dan teladan Rasulullah Saw. Karya magnum opus Al-Ghazali ini menguraikan dengan sangat detail dan menyeluruh seluruh ajaran Islam, mulai dari keyakinan, amaliah ibadah, hingga akhlak berdasar pada sumber yang otentik; Al-Qur’an dan Al-Sunnah.
Proses manusia mencari kebahagian tidak akan pernah berhenti, bagi siapa pun, kapan pun, dan dimana pun. Oleh karena itu, kami hadirkan Ihya yang lengkap (direncakan diterbitkan dalam 9 jilid) sebagai panduan Anda menemuka apa yang dicari. Panduan yang benar akan menuntun Anda pada jalan yang benar, sehingga Anda pun sampai pada tujuan yang diinginkan. Insya Allah.
Buku ini merupakan buku ketujuh dari sembilan jilid edisi Indonesia kitab Ihya’ ‘Ulumiddin. Di buku ini diuraikan seputar bahaya sikap takabur dan ‘ujub, lalu dilanjutkan dengan uraian seputar sikap teperdaya, dan diakhiri dengan uraian seputar taubat. Dalam bagian bahaya sikap takabur dan ‘ujub dijelaskan tentang ketercelaan sikap takabur dan ‘ujub, serta terapi mengatasi kedua sikap tercela tersebut. Di sela-sela penjelasan keduanya diselipkan uraian tentang keutamaan sikap tawadhu’. Uraian ini dimaksudkan agar kita memilih sikap tawadhu’ dan menghindari sikap takabur dan ‘ujub, karena dengan pilihan tersebut kita akan selamat di dunia dan akhirat. Pada bagian berikutnya diuraikan seputar sikap teperdaya; yaitu orang-orang yang merasa telah berada di jalan yang benar, padahal sejatinya ia sedang menjalani jalan kesesatan. Dan, mudah-mudahan kita tidak menjadi bagian dari orang-orang yang teperdaya. Pada bagian terakhir diuraikan seputar taubat. Sebuah pintu bagai hamba yang tidak akan lepas dari kesalahan sehingga akhir hidupnya baik (husnul khatimah).

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.131 pengikut lainnya.